Hampir seluruh daerah
di Sumatera, dari Aceh sampai Lampung, memiliki tenun songket. Ada songket
Aceh, songket Minang, songket Jambi, songket Palembang, dan songket Lampung.
Nah, dari daerah mana songket yang dipunyai di rumah?
Dari manapun songket
yang dikoleksi di rumah, kita patut bangga memilikinya. Karena selain cantik,
songket yang dibuat dengan proses unik, memiliki makna filosofis yang dalam
sehingga bernilai seni tinggi . Makna tersebut tercermin dari motif-motif atau
ragam hias yang terdapat di kainnya.
Tapi tahukah, dari
mana asal songket? “Songket berasal dari India,” ungkap relawan kain Sativa
Sutan Aswar atau akrab disapa Atitje, dalam talkshow yang digelar Komunitas
Cinta Berkain di Jakarta, Rabu (7/10). (Baca juga: koleksi songket Lampung terbaru)
Bagimana songket
akhirnya bisa sampai ke Indonesia dan menjadi tradisi budaya Indonesa? “Ini
berawal dari hubungan dagang antara Cina dengan kerajaan di Jambi pada abad
ke-6,” tutur Atitje yang melakukan pembinaan pada perajin songket di Jambi dengan
uang dari kantongnya sendiri.
Dari Jambi,
kapal-kapal Cina terus berlayar ke India. Balik dari India, kapal singgah lagi
ke Jambi sambil membawa kain songket dan ditukar dengan rempah-rempah dari
Sumatera. “Berikutnya, orang Sumatera membuat sendiri kain songketnya dengan
benang emas dan sutera yang dibawa oleh pedagang dari Cina,” tutur Atitje.
Kain songket Indonesia
tentunya berbeda motif dengan India. Bahkan antar daerah di Sumatera hingga per
kabupaten, berbeda motifnya. “Perbedaan itu karena adanya geografi yang berbeda
antarsatu daerah dengan daerah lainnya. Geografi juga membuat adanya perbedaan
budaya, dan itu tercermin pada motif-motif kain songket yang dibuat atau
diambil dari ayat-ayat kehidupan,” jelas peraih gelar doktor dengan tesis tentang
evolusi industri tekstil abad ke-16.
Sumber:
http://gulalives.com/
No comments:
Post a Comment