Friday, February 6, 2015

Cara Menjadikan Hati Ikhlas

Kekayaan seorang hamba sebanding dengan ketaatannya kepada Allah dan kesungguhannya dalam menyambut seruan-Nya. Keikhlasan dalam beramal merupakan pondasi agama. Suatu perbuatan tidak akan sempurna dan membuahkan hasil yang diberkahi kecuali setelah didasari dengan niat dan tujuan yang baik. Dalam beberapa ayat, Allah Ta’ala telah memerintahkan manusia untuk senantiasa ikhlas. Allah Ta’ala berfirman, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2). Demikian juga dengan firmannya, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.’” (QS. Az-Zumar: 11).Jadi, kebaikan suatu amal karena niat yang baik, sedangkan ketulusan niat dikarenakan hati yang baik. Syarat utama diterimanya suatu amalan di sisi Allah adalah ikhlas dan ittiba’. Ibnu Mas’ud berkata, “Suatu perkataan dan perbuatan tidak akan bermanfaat kecuali disertai niat (yang ikhlas); sedangkan perkataan, perbuatan, dan niat tersebut tidak akan bermanfaat kecuali kalau ia sesuai dengan sunnah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam.” (Baca juga: koleksi kain tenun tapis kaligrafi)
Abu Umamah Al-Baahily radiyallahu ‘anhu berkata, “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah lalu mengatakan, ‘Ya Rasulullah, bagaimana menurutmu jika ada seseorang yang berperang karena  mencari pahala sekaligus  nama yang harum, pahala apakah yang akan didapatkannya?’ Beliau menjawab, ‘Ia tidak mendapatkan apa-apa.’ Maka orang itu mengulang lagi pertanyaannya sampai tiga kali, sedangkan Rasulullah tetap menjawab, ‘Ia tidak mendapatkan apa-apa.’Kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali jika ia diamalkan ikhlas karena-Nya dan demi mencari keridhaan-Nya.’” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Allah berfirman, ‘Aku adalah sekutu yang paling tidak membutuhkan sekutu, maka barangsiapa beramal dengan menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, niscaya akan Ku-tinggalkan dia bersama sekutunya.’” (HR. Muslim)
Suatu amalan─betapa pun banyaknya─ jika tidak dilandaskan dengan akidah yang benar hanyalah akan menjerumuskan pelakunya kedalam neraka, Allah Ta’ala berfirman, “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23).
KRITERIA IKHLAS
Kriteria ikhlas ialah apabila niat Anda dalam beramal hanya karena Allah semata bukan yang lain. Bukan karena ingin dilihat atau supaya didengar orang lain. Jadi, Anda beramal bukan karena menunggu-nunggu pujian orang atau khawatir akan celaan mereka.
Fudhail bin ‘Iyadh berkata, “Beramal karena manusia adalah syirik, sedangkan meninggalkan amal karena manusia adalah riya’. Adapun ikhlas itu ialah bila Allah memelihara kamu dari keduanya.” Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam.’” (QS. Al-An’am: 162).

Tuesday, February 3, 2015

Hukum Makanan Tape Singkong

Tape ketan dan tape singkong adalah halal sepanjang cairannya tidak dipisahkan menjadi minuman tersendiri yang memabukkan (khamr), serta tidak ada niatan memperpanjang masa fermentasi untuk mendapatkan efek memabukkan.

Klik untuk baca selengkapnya